fbpx

Amerika Hadapi Penurunan Jumlah Pelajar Internasional Hingga 30%

Para ahli menyatakan bahwa sektor pendidikan tinggi di Amerika harus bersiap menghadapi penurunan jumlah pelajar internasional minimal 30% pada tahun akademik ke depan.

Brad Farnsworth selaku wakil pimpinan dari American Council on Education menyatakan bahwa universitas-universitas di Amerika menghadapi banyak sekali halangan untuk menarik minat para pelajar internasional. Bahkan, akan butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Tantangan: kebijakan pemerintah

Sumber: m.timesofindia.com

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh universitas di Amerika adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi Amerika Serikat pada bulan lalu. Dalam kebijakan tersebut, disebutkan para mahasiswa baru tidak akan bisa masuk ke Amerika apabila perkuliahan mereka dilaksanakan secara daring sepenuhnya. 

Lalu, para pelajar yang mendaftar perkuliahan yang diadakan secara hybrid dan juga tatap muka juga masih mendapatkan tantangan. Salah satunya adalah hambatan dalam pengajuan visa dan juga larangan penerbangan menuju Amerika Serikat.

Minimal penurunan sebesar 30%

Sumber: nytimes.com

Berkali-kali, Farnsworth menekankan bahwa angka 30% merupakan angka minimal.

“Alasan mengapa saya menyatakan bahwa angka tersebut minimal karena banyak institusi yang berpindah ke perkuliahan secara penuh, yang otomatis membuat para pelajar internasional tidak bisa masuk ke Amerika. Keputusan tersebut diambil karena situasi COVID-19 yang semakin parah di Amerika,” ujarnya.

“Saya betul-betul ingin menekankan bahwa angka 30% tersebut merupakan angka minimal dan kemungkinan akan semakin parah.”

Berdasarkan hasil survei yang dihimpun oleh Institute of International Education, 52% dari 520 institusi di Amerika, mengakui bahwa mereka mengalami penurunan jumlah pelajar internasional dibandingkan pada tahun lalu. Kemudian, dari survei tersebut juga ditemukan bahwa 87% universitas bermaksud menawarkan perkuliahan secara hybrid pada musim gugur tahun 2020.

Pada dasarnya, pandemi COVID-19 ini masih terus memberikan dampak. Maka dari itu, sejumlah sektor termasuk pendidikan tinggi masih mengalami ketidakpastian. Para pelajar internasional masih banyak yang belum bisa memutuskan rencana perkuliahan mereka. Apalagi, banyak sekali hambatan yang harus mereka hadapi.

Baca juga alasan mengapa pelajar lebih banyak memilih Kanada dibandingkan Amerika Serikat.

For Your Information

Mengapa jumlah pelajar internasional di Amerika diperkirakan menurun?

Pastinya karena pandemi COVID-19. Lebih lengkapnya bisa kamu baca di sini.

Ingin mengetahui cerita lain di California?