fbpx

5 Pemikir yang Jadikan Paris sebagai Tempat Tinggal

Perancis dikenal sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi budayanya. Tentu masih ingat bukan, para Parisien—orang Perancis, enggan mengunakan bahasa selain bahasa Perancis ketika berada di negaranya. Jadi, dapat dibilang bahwa warga Perancis sangat menjunjung tinggi tradisi yang mereka miliki.

Paris, sebagai ibukota Perancis, tidak dapat dipungkiri memiliki daya tarik tersendiri. Sejak lama, the City of Light ini menarik perhatian para pemikir untuk singgah dan menetap di kota ini. Siapa sajakah mereka? Berikut lima di antaranya.

1. Thomas Hobbes

“Curiosity is the lust of mind.”

Hobbes merupakan salah seorang pemikir asal Inggris yang terkenal akan karyanya, Leviathan. Hobbes tinggal di Paris sejak tahun 1640. Ia menghabiskan 11 tahun di kota ini. Pada masa singgahnya inilah, Hobbes menulis Leviathan dan berkorespondensi dengan salah satu pemikir paling terkenal dari Perancis, Rene Descartes.

2. Montesquieu

Anakrantau-montesquieu.jpg
Montesquieu. Sumber: bbc.co.uk

Adakah yang mengingat trias politika? Yap, Montesquieu adalah pencetus istilah tersebut. Montesquieu mulai tinggal di Paris sejak tahun 1721. Mulanya, ia merupakan keturunan keluarga kaya raya di Bordeaux.

Sebagai seorang pemikir politik, pemikiran Montesquieu telah banyak mempengaruhi pembentukan konstitusi berbagai negara di dunia.

3. Karl Marx

Sebagai salah seorang pemikir politik paling berpengaruh yang pernah ada, nyatanya Marx juga pernah singgah di Paris. Ia menghabiskan waktu kurang lebih 18 bulan bersama istrinya di Kota Cahaya ini.

Meskipun tak tinggal lama, di sinilah hubungan pertemanan Marx dengan Freidrich Engels semakin menguat dan tentunya, pemikiran yang ia miliki pun berkembang.

4. Michael Foucault

Rasanya, ketika membahas mengenai pemikir filsafat, tak akan lengkap bila tidak menyebut nama Foucault. Foucault pertama kali tiba di Paris pada saat berusia 20 tahun. Kala itu, ia menjalani studi di Ecole Superiure Nationale, sebelum kemudian mengajar dan memegang peran sebagai atase kebudayaan di Uppsala, Warsawa, dan juga Hamburg.

Foucault telah menjadikan Paris sebagai tempat tinggalnya. Ia dikenal sebagai aktivis dan esai di bidang seksualitas, kedokteran modern, epistemologi, dan juga sastra.

5. Jean Baudrillard

Anakrantau-jean-baudrillard.jpeg
Jean Baudrillard. Sumber: gohighbrow.com

Baudrillard mulai tinggal di Paris untuk melanjutkan studinya di Sorbonne University. Ia mengabdikan sebagian besaar hidupanya untuk mengejar di beberapa sekolah tingkat menengah di Perancis dan juga di University de Paris Nanterr dan the Universite de Paris-IX Dauphine. Baudrillard banyak menulis tentang teori sosial, filsafat, dan juga teori seni.

Nah, itulah para pemikir yang sempat singgah, atau bahkan tinggal di Paris. Paris nyatanya memang memiliki daya tarik tersendiri akan kuatnya ilmu filsafat serta politik yang diajarkan.

Apabila kamu ingin melanjutkan studi filsafat di Perancis khususnya di Paris, kamu bisa lho mencari informasi lebih lanjut mengenai program hal ini. Salah satu program filsafat yang terkenal adalah program magister untuk History and Philosophy of Arts yang diselenggarakan oleh University of Kent, di Paris.

Sedangkan, Sciences Po akan menjadi universitas terbaik di Paris yang akan menawarkan program di bidang ilmu politik dan kajian internasional. Menarik, bukan?

Selain itu, masih banyak pula universitas lain yang menarik untuk diselami lebih lanjut mengenai program-program yang mereka tawarkan. Jadi, semangat yuk untuk terus mencari informasi.


Ingin mengetahui cerita lain di Paris?