fbpx

10 Pengorbanan Ini Bukti Kuliah di Luar Negeri Tidak Selalu Enak!

Tak dapat dipungkiri bahwa kuliah di luar negeri menjadi impian bagi semua kelas masyarakat di Indonesia. Kelihatannya, kuliah di luar negeri enak karena banyak universitas terpandang. Hal itu menjadi jaminan masa depan cerah dan mudah mencari kerja ketika kembali ke tanah air. Selain itu, kuliah di luar negeri juga dapat membuka wawasan dan melihat budaya lain secara langsung. Akan tetapi, kamu juga harus memikirkan dukanya tinggal di tanah orang lain.

Seperti kata pepatah, “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri.” Seringkali kita dibuat silau oleh kehidupan di luar negeri yang kelihatannya jauh lebih enak dibandingkan negara sendiri. Sebelum kamu menjadi mahasiswa rantau, inilah 10 pengorbanan yang akan kamu lihat sebagai bukti kuliah di luar negeri juga ada dukanya.

1. Jauh dari Priviledge di Rumah!

Sumber: Pexels

Bagi kamu yang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri, maka ini bukanlah suatu kejutan. Lain halnya dengan orang yang terbiasa mengandalkan pembantu. Kamu harus beres-beres, cuci baju, masak,dan lain sebagainya sendirian. Nah, kalau sudah begitu, maka gunakan gawaimu untuk mengulik informasi urusan rumah melalui tutorial di internet.

2. Menghadapi Tantangan Cuaca

Sumber: Pexels

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga cuacanya hangat dan tropis. Lain halnya di luar negeri, terutama negara 4 musim. Kamu harus menyiapkan banyak pakaian sesuai musim dan kondisi. Tidak hanya baju, kamu juga harus menyiapkan aksesoris seperti syal, sarung tangan, bahkan pakaian dalam khusus. Wah, cucian semakin banyak, nih! Lalu, tubuhmu pun perlu adaptasi, maka dari itu siapkan vitamin untuk memperkuat imunmu.

3. Jaga Lisan dan Hati-Hati dalam Berucap

Sumber: Pexels

Kamu harus dapat mengerti bahasa asing di sana. Bukan hanya verbal, namun juga non verbal supaya tidak menimbulkan salah persepsi ke lawan bicara. Ada kalanya kamu tidak tahu cara menyampaikan maksudmu. Demi menghindari kesalahpahaman, maka kamu harus memperdalam segala bahasa, tanda, dan sinyal di luar negeri. Jika masih kesulitan, lebih baik bertanya kepada teman asing supaya mengerti keinginanmu.

4. Rindu Makanan Tanah Air

Famous Nasi Padang

Bulan pertama kuliah di luar negeri mungkin kamu masih merasa baik-baik saja. Coba lihat beberapa bulan ke depan, rasanya hati kamu terbesit rindu makanan tanah air. Terdapat rasa iri teman-temanmu dapat dengan mudah menemukan makanan daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, bagi mahasiswa muslim akan merasa kesulitan menemukan makanan halal di luar negeri. Maka dari itu, kamu yang beragama Islam harus rajin bertanya dan riset kecil-kecilan melalui internet. Saat ini sudah banyak reviewer halal yang dapat kamu ikuti di Instagram, seperti akun @dianwidayanti, @halalcorner, dan lain sebagainya.

5. Dipaksa Taat Birokrasi

Sumber: Pexels

Mungkin kamu sadar bahwa birokrasi di Indonesia memang ribet, namun sesungguhnya masalah dapat diselesaikan secara instan asalkan ada pelicin. Nah, di luar negeri bisa saja berbeda. Kamu harus taat birokrasi dan atasi permsalahan dengan bahasa asing. Ingat, di manapun kamu berada, jangan merusak tatanan birokrasi jika memang itu baik untuk kemajuan suatu negara.

6. Jangan Coba-Coba SKS!

Sumber: Pexels

Kuliah di universitas ternama di luar negeri memaksamu untuk mencicil mata kuliah menjelang UTS dan UAS. Tugas-tugasnya tidak bisa dikerjakan sehari semalam seperti membangun candi, tapi setidaknya seminggu sebelum ujian. Tidak ada salahnya meminta bantuan kepada teman jika bisa kamu andalkan untuk berdiskusi.

7. Terpaksa Menunda Kuliah

Sumber: Pexels

Kadangkala kamu tidak dapat langsung belajar di universitas setibanya di sana. Ada kemungkinan kamu harus mengikuti les bahasa dulu selama setahun. Kegiatan tersebut wajib kamu ikuti apabila kampusmu tidak memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Kamu harus dapat menyeimbangkan semua tanggung jawabmu mulai dari kuliah, kehidupan sosial dan urusan lainnya.

8. Uang adalah Dasar untuk Bertahan

Sumber: Pexels

Biaya hidup dan pendidikan di luar negeri memang terbilang tinggi. Kadangkala, beasiswa penuh sekalipun masih terasa kurang apabila kamu tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Cemilan seperi sandwich dapat menjadi mahal jika dirupiahkan, bahkan buah termasuk makanan mahal di beberapa negara. Maka dari itu, kamu harus jago menerapkan gaya hidup minimalis. Jangan boros, ya!

9. Sering Melewatkan Family Time

Skype

Kalau ini sudah pasti akan kamu alami ketika menjadi mahasiswa rantau di luar negeri. Kamu harus rela melewatkan perayaan besar di tanah air dan bertemu keluargamu secara tatap muka. Teknologi boleh saja canggih, tapi tidak ada yang dapat mengalahkan apabila rindu sudah membuncah. Supaya tidak kesepian, bergabunglah bersama ikatan pelajar Indonesia. Perdalam hobi yang dapat menghibur hatimu.

10. Fomo Syndrome (Fear of Missing Out)

Sumber: Pexels

Trend suatu negara dapat berbeda satu sama lain. Meskipun kamu selalu menyalakan notifikasi pada sosial media, kamu tetap perlu waktu untuk mencerna yang terjadi di negara asalmu. Waktu untuk update pun menjadi berbeda, misal di Indonesia sedang libur sekolah, tapi kamu masih berkutat dengan tugas dan kondisi tersebut dapat membuatmu iri melihat teman-teman sedang bersantai. Alangkah lebih baik kamu membatasi diri pada penggunaan sosial media supaya berhenti membandingkan kehidupanmu dengan yang lain. Pada belajar, capek itu pasti, tapi hasilnya manis apabila kamu giat.

Demikian 10 pengorbanan menjadi bukti bahwa kuliah di luar negeri tidak selamanya menyenangkan. Kamu juga harus menyiapkan mental dengan cara menghindari ekspektasi yang terlalu tinggi. Pelajari manajemen stress supaya kamu dapat melewati rintangan dengan kepala dingin. Penderitaan akan membuatmu tangguh dalam mewujudkan mimpimu. Semangat, anak rantau!